PRAKTIK MODERASI PP AL MANSHURIN HIDUP BERSAMA DALAM KEBERRAGAMAN MENDAPAT APRESIASI DARI PEJABAT KEMENAG RI

dais | 01-04-2023



Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Waryono Abdul Ghafur, mengunjungi 3 pondok pesantren di Kota Jayapura, Papua, pada hari pertama Ramadhan 1444 H.

Kunjungan ini terkait dengan program bantuan inkubasi bisnis pesantren sebagai perwujudan program strategis kemandirian pesantren era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang diperkenalkan pertengahan 2020.

Kementerian agama telah mengeluarkan berbagai program untuk pontren. Salah satunya adalah program kemandirian bagi pondok pesantren.

Wujud Program kemandirian pesantren yang berupa bantuan inkubasi bisnis yang telah direalisasikan bagi pondok pesantren di Kota Jayapura senilai masing-masing 75 juta rupiah untuk jenis usaha air minum dalam kemasan, 75 juta rupiah untuk bidang usaha jasa, dan 70 juta rupiah untuk jenis usaha mini market ini, diterima oleh 6 pesantren dari 3 kabupaten dan kota.

Dalam sambutannya Waryono memberikan pesan bahwa generasi muda harus terus diingatkan tentang fakta hidup bersama dalam perbedaan dan mencontoh praktek moderasi di PP Al-Manshurin.

PP Al-Manshurin memiliki kekhasan yang berawal dari keprihatinan isu dan fenomena terorisme yang banyak menyasar anak muda dan melibatkan tudingan ke pesantren.  PP Al-Manshurin lahir pada tahun 2015 dan mengantongi izin resmi dari Kemenag Kota Jayapura pada tahun 2018 dan Kemenag RI pada tahun 2021. PP Al-Manshurin juga menolak radikalisme dan terorisme.

Selain itu, pesan-pesan penting lainnya yang disampaikan oleh Direktur PD Pontren meliputi pentingnya pendidikan agama, kecintaan kepada bangsa dan negara, menghindari hoax dan ujaran kebencian, serta menghargai keragaman budaya dan agama.

Waryono mengapresiasi pengurus PP Al-Manshurin yang menerapkan praktek moderasi dengan menampilkan 45 Butir-Butir Pancasila pada bangunan mereka serta menolak radikalisme dan terorisme.

Tepat di seberang jalan PP Al-Manshurin, ada Gereja Misi Kristus di Tanah Papua Kantor Klasis Jayapura Jemaat Hebron Waena yang juga menunjukkan toleransi dan kerja sama yang baik dengan pondok pesantren tersebut.

Secara keseluruhan, kunjungan Direktur PD Pontren ke beberapa pesantren di Kota Jayapura, Papua memberikan pesan pesan penting menunjukkan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam memajukan masyarakat dan bangsa Indonesia, terus berinovasi dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia. 

Kembali