dais | 20-10-2018
Pokok bahasan musyawarah PPG daerah Jayapura bertempat di masjid An Nur Kotaraja pada hari sabtu (20/10/2018) meliputi laporan perkembangan kegiatan belajar mengajar generus dan evaluasi secara umum pada semua kelompok binaan. Mulai dari Wamena, Biak dan Keerom. Dan kota serta kabupaten Jayapura. Dalam sambutannya bapak pembina Haji Nur Rochmat menjelaskan bahwa merah hijau para generasi kita ini tidak terlepas dari peran kita semua para pengurus. Apakah kita secara serius atau alakadarnya dalam pembinaan ini yang nanti akan menentukan hasil pembinaan tersebut, ringkasnya. Hadir dalam musyawarah para segenap pengurus yang mewakili kelompok desa binaan seperti Entrop, Waena, dan Kotaraja. Proses musyawarah yang dipandu oleh ketua PPG Jayapura bapak Haji Fauzul berjalan lancar dan tertib. Usulan kelompok Entrop mengharapkan bahwa PPG untuk sering memantau kegiatan KBM di wilayahnya. Tanggapan dari ketua PPG menjelaskan bahwa akan diberikan daftar atau cek list yang berkaitan dengan kegiatan proses belajar di kelompok Entrop. Sedangkan laporan dari kelompok Kotaraja menjelaskan bahwa terdapat penurunan kehadiran mengaji dari pra remaja dan remaja sehingga diusulkan agar muballigh / pengajar memiliki nomor kontak generus / orang tua untuk dapat berkomunikasi secara efektif. Selanjutnya kelompok Abe Pantai melaporkan bahwa musyawarah lima unsur berjalan baik dan kekurangan guru saat ini sudah dapat diatasi. Kelompok Bonggo menitipkan laporan via WA yang dikeluhkan kurikulum belum ada dan bahan ajar serta koordinasi lebih lanjut untuk pembinaan. Perlu kendaraan untuk menjalankan pembelajaran dari satu tempat ke tempat lainnya. Tanggapan dari forum memutuskan nanti akan dikonfirmasi lagi masalah kebutuhan kendaraan tersebut. Dengan adanya web sebagai sarana informasi bagi seluruh kelompok binaan langsung update aktif dan dapat dipantau semuanya. Sehingga rekaman semua kegiatan dapat difasilitasi pada web tersebut. Tujuan musyawarah rutin ini adalah untuk melakukan pembinaan generus secara umum pada semua kelompok binaan. Pembinaan ini perlu perjuangan keseriusan, untuk mengisi web butuh limabelas menit namun saat ini masih disayangkan karena dalam pantauan saya tenyata medsos lebih banyak daripada amal solih mengisi web kegiatan pembelajaran di kelompok. Ini mohon para pengajar dan muballig perlu ditinjau dan dinasehati lagi ini jangan dibiarkan, tambah bapak Haji Nur Rochmat.